Main Article Content

Paska Marto Hasugian
Penda Sudarto Hasugian
Fristi Riandari

Abstract

Warga Desa Banjar Jaya, Lokasi di Desa Banjar Jaya, Kecamatan PD Tualang Kabupaten Langkat adalah sasaran dan lokasi Abdimas ini. Pesona Desa Banjar Jaya akan mempesona para pengunjungnya. Itu disebakan karena kearifan lokal warganya untuk membangun kawasannya secara swadaya dan kreatif. Secara teoritis seharusnya kota mewadahi setiap lapisan masyarakat penduduknya. Hal ini juga ternyata terjadi pada tahun 1950-an di Desa Banjar Jaya. Desa Banjar Jaya yang terletak sekitar 4 km dari Ibu kota Kabupaten Langkat , di dekat Perkebunan PTPN IV awalnya berkembang dari kampung yang didominasi oleh alang-alang, pohon pisang,  kelapa, Kelapa Sawit,  bambu,  pohon  peneduh  lainnya.  Kampung ini  berkembang dari  deretan gubuk-gubuk menjadi rumah-rumah yang semi-permanen. Akhirnya rumah-rumah tersebut menjadi permanen. Perkembangan fisik ini ternyata juga diikuti oleh perkembangan sosial ekonomi masyarakatnya. Kehidupan warga yang mayoritas bekerja disektor informal, mereka juga berorganisasi dalam paguyuban warga stren kali untuk memperjuangkan kepastian hukum dari tanah kampung ini, menata kampungnya secara partisipatif dan mandiri. Organisasi ini juga mendorong warganya untuk mengembangkan kebiasaan positif untuk menjaga kali atau “jogo kali”. Selain itu warga Desa Banjar Jaya menjadi berkembang baik dalam sektor usaha kecil, maupun keterampilan lainnya. Setelah 10 tahun pengorganisasian warga Desa Banjar Jaya dalam PWSS, kampung ini berkembang lebih cantik, menarik dan hijau. Hal ini disebabkan oleh keswadayaan, ketulusan dan kegotong royongan warganya inilah yang langka dari warga Desa Banjar Jaya secara umum. Hal ini perlu didokumentasikan agar menjadi warisan informasi perkotaan bagi Desa Banjar Jaya serta Kota Medan. Kebutuhan warga  ialah  kebutuhan untuk  mendokumentasikan potensi  lingkungan pada Desa Banjar Jaya secara partisipatif. Setelah didiskusikan dengan LPPM, diusulkan untuk dilakukan Pengembangan Kemampuan Industri Kreatif Video di Kampung Kota (untuk Pernikahan dan Sejarah Kampung). Kegiatan ini terkait dengan pengembangan ekonomi lokal dan seiring dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif secara nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hasugian, P. M., Hasugian, P. S., & Riandari, F. (2019). PKM : Pengembangan Kemampuan Industri Kreatif Video Di Desa Banjar Jaya: Pengembangan Kemampuan Industri Kreatif Video Di Desa Banjar Jaya. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 2(1, Mei), 1-7. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/abdimas/article/view/533
References
Mardiasmo. 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Good Governance. Democratization. Local Government Financial Management. Transparancy Public Policy. Reinventing Government Accountability Probity. Value for Money Participatory Development. Yagyakarta: Andi Yaoyakarta.
Ramli, Rizal. 2009. Pembaharuan dan Pemberdayaan. Permasalahan, Kritik, dan Gagasan Menuju Indonesia Masa Depan. Jakarta: UI Pers.
Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Kompas, “Era Ekonomi Kreatif”, http://ekonomi.kompas.com/read/ 2011/11/03/ 06582548/ twitter.com Mujitrisno, “Saein, Inspirator Pertanian Organik Ramah Lingkungan dari Purbalingga”, https://mujitrisno.wordpress.com/2013/09/20
Pangestu, Mari Elka, “Pengembangan Industri Kreatif Menuju Visi Ekonomi Kreatif Indonesia 2025”,
Departemen Perdagangan RI, 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015 – 2035;
Ramdani, Nurhakim, “ Peran Ekonomi Kreatif Dalam Tantangan ASEAN Economic Cummunity 2015”, http://nurhakimramdani.blogspot.co.id
Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif;
Jerusalem, M Adam, “Perencanaan Industri Kreatif Dengan Pendekatan Benchmarking pada Queensland’s Creative Industry”, Fakultas Teknik UNY.