Sosialisasi penulisan buku ajar bagi guru-guru di smp negeri 3 jorlang hataran
Main Article Content
Abstract
Minimnya pengetahuan guru mengenai penulisan buku ajar merupakan permasalahan umum yang terjadi di sekolah karena guru pada umunya menggunakkan buku ajar yang diberikan oleh pemerintah. Olehkarana itu diperlukan sosialisasi penulisan buku ajar agar guru juga dapat menulis buku ajar yang dapat digunakan di sekolah. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah agar guru- guru di SMP Negeri 3 Jorlang Hataran dapat memahami pentingnya penulisan buku ajar dan melalui pengabdian ini diharapakan guru- guru dapat menulis bbuku ajar yang baik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan metode angket. Hasil pengabdian berdasarkan angket yang diisi oleh peserta pengabdian menujukkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi peserta PKM. Berdasarkan hasil tingkat kepuasan peserta PKM maka diperoleh bahwa peserta kegiatan PKM 100 % menyatakan sangat setuju dengan kegiatan pengabdian ini. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga ditunjukkan dalam bentuk kepuasan dari peserta yang hadir mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan yang dilaksanakan dengan terlihat antusiasme peserta selama proses kegiatan berlangsung
Downloads
Article Details
Alessi, S.M. and Trollip, S.R. (2001). Multimedia for Learning, methods and. development. Massachutsetts: Allyn and Bacon-A Pearson Education.
Badri, N., & Riasti, B. K., 2012. Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Pada Smk Negeri Tiga Jepara Dengan Materi Power Point 2007. Speed-Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 4(1): 73-78
Belawati, T. (2003). Pengembangan bahan ajar. Jakarta: Divapress.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: the ADDIE approach. Departement of Educational Psychology and Instructional Technlogy: University of Georgia USA
Depdiknas. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Depdiknas
Depdiknas. (2008). Penulisan Modul. Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Depdiknas.
Depdiknas. (2010). Panduan Pengembangan Modul Elektronik. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas
Hernawan, A. H., Permasih, H., & Dewi, L. 2012. Pengembangan Bahan Ajar. Direktorat UPI.
Kelana, J. B., & Pratama, D. F. 2019. Bahan ajar IPA Berbasis Literasi Sains. Lekkas.
Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.Yogyakarta: Diva Press.
Solihati,N. 2021. Pelatihan Menulis Buku Ajar Bagi Guru-guru SMP Negeri 02 Kutawaluya Kabupaten Karawang. Prosiding Seminar Nasional Abdimasmu Vol. 2, No. 1.
Sopiah, Murdiono, A., Martha, J. A., Prabowo, S. H. W., & Fitriana. 2019. Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Bagi Guru SMA 5 Kediri. Karinov
Sungkono., 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: FIP UNY.
Undang – Undang Dasar 1945.2014. Guru dan Dosen.
Wildan. 2021. Sosialisasi dan Pendampingan Pengembangan Materi Pembelajaran IPA Berbasis Metakognisi pada Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram. Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2.
Zulkardi, Z., Putri, I., 2010. Pengembangan blog support untuk membantu siswa dan guru matematika Indonesia belajar pendidikan matematika realistic Indonesia (PMRI). Jurnal inovasi perekayasa pendidikan (JIPP), 2(1), 1-24.
Zuriah, N., Sunaryo, H., & Yusuf, N., 2016. IbM guru dalam pengembangan bahan ajar kreatif inovatif berbasis potensi lokal. Jurnal Dedikasi, 13, 39-49. Kemasan Pontianak. Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas tanjungpura, Vol. 8 , No. 2(Pengemasan), 69.
Willya, & Nurjanah, S. (2019). Pengaruh Kemasan Produk Dan Rasa Terhadap Minat Beli Yang Berdampak Pada Keputusan Pembelian Pelanggan Minuman Energi. Jurnal Ilmu Manajemen, 70.