Main Article Content

Slamet Riyanto
Brilian Habib Pipo

Abstract

Permainan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki manfaat yang luar biasa terhadap tumbuh kembang anak. Akan tetapi permainan tradisional ini sudah banyak ditinggalkan dan banyak anak-anak yang tidak tahu jenis permainan tradisional tersebut. Adanya fenomena ini, maka perlu adanya kemauan dan kepedulian dari semua pihak untuk kembali mempromosikan, mensosialisasikan, mengajarkan dan mengajak kepada anak-anak dan remaja untuk kembali mencintai permainan tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak di Desa Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan dan anak-anak dapat mengurangi intensitas permainan game di smartphone. Pemain congklak memiliki manfaat bagi pemainnya, dimana permainan yang menggunakan logika berpikir secara matematis ini mampu memberikan pengalaman kepada anak-anak, bagaimana cara berhitung, membagi dan mengurutkan biji congklak dengan baik dan benar. Permainan ini dapat dimainkan oleh anak-anak TK dan SD dan mampu memupuk pengetahuan anak terhadap kemampuan berhitung. Sedangkan bagi anak-anak SD yang sudah mahir dalam perhitung, maka permainan ini memberikan pembelajaran bagaimana strategi yang tepat untuk memenangkan permainan ini

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Riyanto, S., & Pipo, B. H. . (2021). PkM: Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional untuk Mengurangi Intensitas Bermain Game Online Pada Anak-Anak di Desa Genilangit. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 4(1), 29-34. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/abdimas/article/view/1248
References
Anggita, G. M. (2019). Eksistensi Permainan Tradisional sebagai Warisan Budaya Bangsa. JOSSAE?: Journal of Sport Science and Education, 3(2), 55. https://doi.org/10.26740/jossae.v3n2.p55-59
Iswinarti. (2017). Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikologis. UMMPress.
Khasanah, I., Prasetyo, A., & Rakhmawati, E. (2011). Jurnal Penelitian PAUDIA, Volume 1 No. 1 2011. 1(1), 59–74.
Lacksana, I. (2017). Kearifan Lokal Permainan Congklak Sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik Melalui Layanan Bimbingan Konseling Disekolah. Satya Widya, 33(2), 109–116. https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i2.p109-116
Musdalifah, M., Antara, P. A., & Magta, M. (2016). Pengaruh Permainan Congklak Bali Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Kelompok B Ra Baitul Mutaallim. E-Journal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2).
Santi, S., & Bachtiar, M. Y. (2020). Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Permainan Tradisional Congklak Di Taman Kanak-Kanak Yustikarini Kabupaten Bantaeng. TEMATIK: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 21. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i1.14436
Saputra, N. E., & Ekawati, Y. N. (2017). Meningkatkan Kemampuan Dasar Anak Tradisional Games in Improving Children ’ S Basic Abilities. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 48–53.
Saribu, P. B. D., & Simanjuntak, J. (2018). Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun di KB Tunas Harapan Kecamatan Sunggal Kab. Deli Serdang. Jurnal Usia Dini, 4(1), 28–38.
Widodo, P., & Lumintuarso, R. (2017). Pengembangan model permainan tradisional untuk membangun karakter pada siswa SD kelas atas. Jurnal Keolahragaan, 5(2), 183. https://doi.org/10.21831/jk.v5i2.7215
Wijayanti, R. (2018). Permainan Tradisional Sebagai Media Pengembangan Kemampuan Sosial Anak. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 51–56. https://doi.org/10.17509/cd.v5i1.10496