Risk Factors For Stunting In Children Aged 2-5 Years In Mountain And Coastal Areas In Sibolga City Beach In 2023
Main Article Content
Abstract
Stuntingis one of the major nutritional problems that affect children's physical growth and cognitive development, which can lead to long-term consequences in children's lives. In Indonesia, stunting is a major concern for the government, especially in areas that have challenges in access to good nutrition and adequate health services. Sibolga City, located on the west coast of Sumatra, has two regions with different geographical conditions, namely mountainous and coastal areas. These two areas have very varied socio-economic, environmental, and access to food and health services characteristics, which have the potential to affect the prevalence of stunting in children aged 2-5 years. Therefore, this study aims to identify risk factors that contribute to the incidence of stunting in children aged 2-5 years in both areas in 2023. This study uses a descriptive research design with a cross-sectional approach. This approach was chosen to describe in depth the prevalence of stunting in children aged 2-5 years and identify risk factors that contribute to the incidence of stunting. The study sample consisted of 200 children, taken by purposive sampling, considering the representation of both areas (mountains and coast). The number of samples was determined by considering the need for statistical analysis and the prevalence of stunting in the area. The results of the statistical analysis showed a significant relationship between risk factors such as maternal education, family income, diet, sanitation, and child health status with the incidence of stunting. The results of the chi-square test showed that these variables had a significant relationship (p-value <0.05) with the prevalence of stunting in children. Further logistic regression analysis revealed that maternal education (OR = 2.5), poor sanitation (OR = 1.8), and inadequate diet (OR = 1.6) were the most influential risk factors for the incidence of stunting
Article Details
Tahun di Desa Tanjung Kamal Wilayah Kerja Puskesmas Mangaran Kabupaten Situbondo. Jurnal. Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang.
Anisa, Paramitha. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 25-60 bulan di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
Adriani, Merryana. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup
Anindita, P. (2012). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Kecukupan Protein & Zinc Dengan Stunting Pada Balita Usia 6 – 35 Bulan Di Kecamatan Tembalang Kota Semarang 2012. Jurnal Kesehatan
Masyarakat, 1(2), 1–10.
Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170. https://doi.org/10.1007/s11746-013-2339-4
Astari L D, Nasoetion A, Dwiriani C M. 2005. Hubungan Karakteristik Keluarga, Pola Pengasuhan Dan Kejadian Stunting Anak Usia 6 – 12 Bulan. Media Gizi & Keluarga
Barasi, M. (2009). At a Glance: Ilmu Gizi. Penerjemah: Hermin. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Bender, D. (2002). Introduction To Nutrition and Metabolism Third Edition. London: Taylor & Francis e-Library.
Cakrawati, D dan Mustika, N.H. 2012. Bahan Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Dewi, Ida Ayu Kade Chandra, K. T. A. (n.d.). (2016). Pengaruh Konsumsi Protein Dan Seng Serta Riwayat Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Stunting Pda
Anak Balita Umur 24 – 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida
III. 3(1), 36–46.
Dinkes. 2017. Laporan Kegiatan Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Kerinci : Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.
Endah, M. S., Juffrie, M., Nurani, N., & Sitaresmi, M. N. (2016). Asupan Protein, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 2459 Bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12(4). 132-259.
Ernawati Nasution. Efek Suplementasi Zinc Dan Zat Besi Pada Pertumbuhan Anak.Universitas Sumatera Utara; 2005.
Estillyta Chairunnisa, Aryu Candra, B. P. (2018). Asupan Vitamin D, Kalsium Dan Fosfor Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan Di Kota Semarang. Journal of nutrition college. 7 (1).
Fitri. 2012. Berat Lahir sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting pada Balita (12-59 bulan) di Sumatra (Analisis Data Riskesdas 2010). Thesis. FKM UI. Depok.
Harmatz, P., Butensky, E., & Lubin, B. (2003). Nutrion in pediatrics basic science and clinical application. London.
Hidayati, L., Hadi, H., & Kumara, A. 2010. Kekurangan Energi dan Zat Gizi Merupakan Risiko Kejadian Stunted pada Anak Usia 1-3 Tahun yang Tinggal di Wilayah Kumuh Perkotaan Surakarta. Jurnal Kesehatan, 3(1).
Horne. Keseimbangan Cairan Asam dan Basa. Jakarta; EGC. 2000
Kementerian Kesehatan 2011. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak tahun 2011. Kemenenteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Kementrian Kesehatan 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Indonesia tahun
2013. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Kemenkes RI, 2015. Pedoman Gizi Seimbang. Di perbanyak oleh Dinkes Sumbar
: Padang.
Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia, 2010. Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Direktorat bina gizi: Jakarta
Kusuma, K. E. (2013). Risk Factor For Stunting Among Children Aged 2-3 Years (Study at East Semarang Sub District). Artikel penelitian. (Vol. 2).
Lyfia D, Deliana M, Hakimi NR, Lubis B. Growth velocity in elementary school children with iron deficiency anemia after iron therapy. Paediatr
Indonesia. 2009;49(5):249?52.
Masrin. 2014. Hubungan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Baduta Usia 6-23 Bulan Di kabupaten Bantul D.I Yogyakarta Tahun 2014.
Ni’mah, Khoirun, S. R. N. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting balita. Media Gizi Indonesia, 1, 13–19.
Oktarina Z. 2010. Hubungan Berat Lahir dan Faktor-Faktor Lainnya dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung pada Tahun 2010. Jakarta: Universitas Indonesia
Rachmat. M. 2016. Metodelogi Penelitian Gizi & Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Rahayu. (2011). Hubungan Pendidikan Orang Tua Dengan Perubahan Status Stunting Dari Usia 6-12 Bulan Ke Usia 3-4 Tahun. Thesis. Gadjah Mada University.
Riset Kesehatan Dasar. 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Ritayani Lubis. 2008. Hubungan PolaAsuh Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Skripsi.Universitas Sumatera Utara.
Rozali, N. A., Subagyo, B., & Widhiyastuti, E. (2016). Peranan Pendidikan,
Pekerjaan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Status Gizi Balita Di Posyandu Rw 24 Dan 08 Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan Kota
Surakarta. Diambil dari http://eprints.ums.ac.id/41781/1/Naskah Publikasi Nur Azikin Rozali.pdf
Semba, R.D., et al. (2008) Effect of Parental Formal Education on Risk of Child Stunting in Indonesia and Bangladesh: A Cross-Sectional Study. The Lancet,. http://dx.doi.org/10.1016/S01 40-6736(08)60169-5. Journal of Medical Psychology, Tahun 2016
Setijowati.Nanik, et al. Hubungan tingkat konsumsi zat besi dan seng Dengan status gizi dan kemampuan motorik anak usia 2-5 tahun Di desa bone kecamatan amanuban tengah Kabupaten timor tengah selatan provinsi nusa tenggara timur. 2011
Suhardjo. (1986). Pangan, Gizi dan Pertanian. Penerbit UI. Jakarta.
Suhardjo. (2003). Berbagai cara pendidikan gizi. Jakarta: Bumi Aksara
Sulistianingsih, A., & Ari Madi Yanti, D. (2015). Kurangnya Asupan Makan Sebagai Penyebab Kejadian Balita Pendek ( Stunting ). Dunia Kesehatan, 5(1), 71–75.
Sundari Ermawati. 2016. Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Ifeksi Dengan Z-Score TB/U Pada balita. Universitas Diponegoro.
Supariasa. 2002. Penelitian Status Gizi. Jakarta : EGC
Theron M, Amissa A, Albertse E, Kleynhans I dan Maclntyre U. 2006. Inadequate Dietary Intake is Not The Cause of Stunting Amongst Young Children Living in an Informal Settlement in Gauteng and Rural Limpopo Province
in South Africa: The Nutrigro Study. NCBI. Vol (4): 79-89. Available from:http://www.ncbi.nlm.nih.gov
Tugari, A. E., et al. 2001. Risk factor Stunting Among Under Five In Libya. Public Health Nutrition.
UNICEF, 2010. Penuntun HIdup Sehat, Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
UNICEF. 1998. The state of the world’s children. UNICEF. 2007. Progress For Children: Stunting, Wasting, and Overweight.
WHO, (1997). Child Growth Indicators and Their Interpretation
Widyakarya. 2004. Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). Lembaga Ilmu Pengetahuan. Jakarta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.