Pemberdayaan Kader Wanita Berkelanjutan Di Desa Pardamean Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Dan Pencegahan Cancer Servix Dengan Metode One Volunter Five Patient Pemberdayaan Kader Wanita Berkelanjutan Di Desa Pardamean Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Dan Pencegahan Cancer Servix Dengan Metode One Volunter Five Patient
Main Article Content
Abstract
Pendekatan dan pemerataan kesehatan pada masyarakat sangatlah penting dalam menjangkau target sasaran kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Masalah kesehatan merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian khusus, dalam hal ini di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Samosir, karena semua orang mempunyai hak untuk dapat hidup sehat. Persoalan yang ditemukan di desa tersebut adalah masih banyak terdapat masyarakat yang tidak menyadari pentingnya kesehatan termasuk kesehatan genitalia, seperti kanker serviks dan pencegahannya karena merasa tabu dalam pemeriksaan kesehatan genitalia, dan bisa menjunjung tinggi adat istiadat suku batak toba serta jarak yang jauh dengan pelayanan kesehatan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) turut serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan partisipasi Pemberdayaan kader wanita berkelanjutan. Metode pelaksanaannya terdiri dari: (1) Pembekalan pemberdayaan kader (2) Pelaksanaan Penyuluhan dan (3) Membuat komunikasi melalui media sosial. Pelaksanaan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan para kader dari kurang baik menjadi baik, partisipasi masyarakat dalam mengikuti penyuluhan tinggi.. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan kader wanita berkelanjutan yang terstruktur dan komprehensif, dapat mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Samosir. Solusi dari permasalahan diatas adalah merancang dan melaksanakan penyuluhan serta pendidikan kesehatan dengan memberikan informasi dan edukasi lewat pemberdayaan kader kesehatan yang bertujuan membantu meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk secara merata dan keseluruhan khususnya mengenai kesehatan reproduksi wanita yaitu kanker serviks untuk membantu menyelamatkan jiwa wanita dari ancaman kanker serviks dengan melakukan deeteksi dini. Pemberdayaa kader yang dilakukan adalah dengan melibatkan masyarakat disekitar tempat tinggal mereka supaya saling menginformasikan tentang penyakit kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks serta saling memotivasi untuk mengecek kesehatan mereka ke layanan kesehatan yang tersedia. Pemberdayaan kader kesehatan yang akan dilakukan dengan melaksanakan pelatihan khusus kepada para kader dalam hal ini tiga puluh kader yang akan memabantu dalam penyebaran informasi dan deteksi dini kanker serviks tersebut.
Article Details
[2] Andersen R.( 1975). Equality in Health Services empirical analysis in social policy cambridge mass ballinger publishing co.
[3] Departemen Kesehatan RI.(2011). Rencana Strategis Nasional Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2016-1021.Depkes RI.Jakarta
[4] Departemen Kesehatan RI. ( 2016). Buku Kader Posyandu, Depkes RI.Jakarta
[5] Efendy N.(2013).Keperawatan Kesehatan Masyarakat.EGC; Penerbit Buku Kedokteran.Jakarta
[6] Fitri W. (2015). Gambaran Peran Kader Posyandu pedesaan.EGC: Jakarata
[7] Green, L .(2016).Health Promotion Planning: Education and Environment Approach,Second Edition. CA
[8] Notoadmodjo Sukidjo. (2007). Promosi Kesehatan,Teori dan Aplikasi.Rineka Cipta Jakarta.
[9] Robbins, S.(2001).Perilaku Organisasi: Konsep Kontroversi dan Aplikasi. Jilid 1 (Edisi bahasa Indonesia) PT Prenhalindo: Jakarta
[10] Sri Werdati, N. (2013) Pemanfaatan Buku KIA sebagai materi penyuluhan dalam pelayanan Antenatal oleh Bidan Puskesmas, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.