Processing of Local Food-Based Supplementary Food (MP-ASI) in Pasir Lapangan Village, Sarudik District, in 2022
Main Article Content
Abstract
Nutritional problems in toddlers in Indonesia are still quite serious, especially stunting (short children). Data from 2018 showed that around 30.8% of toddlers experienced stunting. The main causes are lack of proper nutritional intake and frequent infections in early life. For optimal child growth and development, babies should be exclusively breastfed for the first 6 months, followed by complementary foods (MP-ASI) from 6–24 months of age. Complementary foods should be nutritious, varied, have the right texture, the right portion, and be prepared cleanly and hygienically. However, in reality, many mothers provide complementary foods too early (before 6 months) or simply to fill children without paying attention to nutritional quality. Seeing this condition, a team from Stikes Nauli Husada Sibolga conducted a community service program in Pasirbidang Village, Sarudik District, Central Tapanuli Regency on June 24, 2025. The participants were 16 mothers with toddlers
Article Details
Adriyani, R., & Sujoso, A. D. P. (2019). Ekologi, Pemanasan Global, dan Kesehatan. Ekologi, Pemanasan Global, Dan Kesehatan. Papua: Aseni.
Anwar, H. C., & Liberty, I. A. (2024). Buku monograf tinjauan molekuler: Deteksi & preventif resistensi malaria. Bening Media Publishing.
Babba, I. (2007). Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria (studi kasus di wilayah kerja puskesmas hamadi kota jayapura). program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Budi, H. S., & Wijaya, L. (2020). Literatur Review: Pengetahuan Perawat Terhadap Pelaksanaan Program Manajemen Pasien Dengan Resiko Jatuh. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 12(2), 11–23.
Endriko, F. (2023). DETERMINAN PENYAKIT MALARIA DI SUMATERA BARAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TAHUN 2018-2022. JIK-OKTOBER 7 NOMOR 2 TAHUN 2023.
Fatika, N. F. (2018). Hubungan sanitasi kandang ayam pedaging dengan kepadatan lalat di desa bedrug kecamatan pulung ponorogo.
Hadi K, B. (2002). Kandang ternak dan lingkungan kaitannya dengan kepadatan vektor Anopheles aconitus di daerah endemis malaria (Studi kasus di Kabupaten Jepara). Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Ichsan, B. (2022). Pengantar metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan masyarakat. Muhammadiyah University Press.
Jarona, M. M., Purba, E. R. V., Purba, L. I. N., & KM, S. (2025). Mengurai Hubungan Malaria dan Stunting: Tantangan dan Solusi untuk Generasi Sehat. Rizmedia Pustaka Indonesia.
Kiik, S. M., Kep, M., & Kom, S. K. (n.d.). DENGAN PENDEKATAN FRAMEWORK WHO.
Kinansi, R. R., Mayasari, R., & Sitorus, H. (2021). Malaria pada kelompok wanita usia subur dan anak di Indonesia: analisis data Riskesdas 2013. Jurnal Vektor Penyakit, 15(1), 17–32.
Latif, I., & Putri, N. N. (2023). AZ fakta-fakta kunci penyakit menular dan penyakit tidak menular versi WHO. Deepublish.
Perdana, A. A. (2021). Karakteristik kondisi lingkungan penderita malaria terhadap kejadian malaria. Jurnal Medika Hutama, 3(01 Oktober), 1696–1702.
Ramadhan, F. (2022). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Daerah dan Faktor Potensial Endemi DBD. Universitas Islam Indonesia.
Ratodi, M. (n.d.). PROSIDING-Abstrak Mukernas IAKMI XIII.
Ridjal, A. T. M., & KM, S. (2024). Strategi Mengurangi Morbiditas dan Mortalitas Malaria melalui Breeding Site dan Vektor Nyamuk Anopheles. RIZMEDIA PUSTAKA INDONESIA.
Ruliansyah, A., & Pradani, F. Y. (2020). Perilaku-perilaku sosial penyebab peningkatan risiko penularan malaria di Pangandaran. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(2), 115–125.
Selasa, P. (2017). Implementasi kebijakan eliminasi malaria di pusat kesehatan masyarakat Kota Kupang. Jurnal Info Kesehatan, 15(1), 259711.
Setiawan, N., & Putri, N. E. (n.d.). Gambaran Antara Kejadian Malaria dengan Karakteristik Pasien di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan Tahun 2023. Smart Society Empowerment Journal, 4(3), 92–100.
Setiawan, R. P. (2016). Hubungan Paritas dan Kontrasepsi dengan Preeklampsia Ringan di Puskesmas Jagir. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(1), 100–112.
Tiffani Putri, A., & Darmawan, E. (2025). EFEKTIVITAS PENANGANAN DAN PENGENDALIAN KASUS MALARIA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Tondok, S. B., Abas, M., Wulan, N., Irawan, A., Situmeang, L., Hartati, R., … Iriani, F. A. (n.d.). Pencegahan Dan Penanganan Malaria. wawasan Ilmu.
Wahyuni, F., & Miko Wahyono, T. Y. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Batu Bara Tahun 2022. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1), 2.
Yuliyanti, W. D. (2020). Upaya World Health Organization (WHO) melalui Global Malaria Programme (GMP) dalam Mengatasi Penyakit Endemik Malaria di Indonesia Tahun 2016-2019. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.