Main Article Content

Oktaviani Zega

Abstract

Malaria is a serious health problem and can be fatal, especially in high-risk groups such as infants, young children, and pregnant women. Furthermore, malaria also causes anemia and reduces labor productivity. In 2010, approximately 65% ??of districts in Indonesia were malaria-endemic areas, and approximately 45% of the population in endemic areas was at risk of contracting malaria. In Batu Bara Regency, malaria cases have increased annually. This study aims to determine the risk factors for malaria. This study used a case-control design and was conducted in June 2022 in Batu Bara Regency, involving 170 respondents aged 12 years and above. Individuals with fever symptoms and a positive malaria test recorded at a health facility were cases, while controls were respondents with fever symptoms and a negative malaria test result. The variables studied were age, gender, occupation, nighttime habits, use of insecticide-treated bed nets, the presence of livestock pens, the presence of standing water, and the presence of fish ponds around the house, which were measured using a questionnaire. Multivariate analysis used logistic regression. The analysis results showed that age and the presence of livestock pens significantly influenced the incidence of malaria. Respondents aged 12-17 years had the highest risk of contracting malaria (AOR=3.85; 1.40-10.59) compared to the 18-40 age group (AOR=1.79; 0.70-4.58). Respondents who had a large pen near their residence were three times more likely to contract malaria than respondents who did not live near a pen (AOR=3.02; 1.02-8.92).

Article Details

How to Cite
Zega, O. (2022). Analysis of Malaria Risk Factors in Barus Village, Barus District, Central Tapanuli Regency in 2022. Journal of Midwifery and Nursing, 4(3), 151-154. https://doi.org/10.35335/jmn.v4i3.1898
References
Adeliana, D. (2024). GAMBARAN PERILAKU HIDUP NYAMUK ANOPHELES DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH PADA PENDERITA MALARIA DI DESA GEBANG KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Adriyani, R., & Sujoso, A. D. P. (2019). Ekologi, Pemanasan Global, dan Kesehatan. Ekologi, Pemanasan Global, Dan Kesehatan. Papua: Aseni.
Anwar, H. C., & Liberty, I. A. (2024). Buku monograf tinjauan molekuler: Deteksi & preventif resistensi malaria. Bening Media Publishing.
Babba, I. (2007). Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria (studi kasus di wilayah kerja puskesmas hamadi kota jayapura). program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Budi, H. S., & Wijaya, L. (2020). Literatur Review: Pengetahuan Perawat Terhadap Pelaksanaan Program Manajemen Pasien Dengan Resiko Jatuh. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 12(2), 11–23.
Endriko, F. (2023). DETERMINAN PENYAKIT MALARIA DI SUMATERA BARAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TAHUN 2018-2022. JIK-OKTOBER 7 NOMOR 2 TAHUN 2023.
Fatika, N. F. (2018). Hubungan sanitasi kandang ayam pedaging dengan kepadatan lalat di desa bedrug kecamatan pulung ponorogo.
Hadi K, B. (2002). Kandang ternak dan lingkungan kaitannya dengan kepadatan vektor Anopheles aconitus di daerah endemis malaria (Studi kasus di Kabupaten Jepara). Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Ichsan, B. (2022). Pengantar metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan masyarakat. Muhammadiyah University Press.
Jarona, M. M., Purba, E. R. V., Purba, L. I. N., & KM, S. (2025). Mengurai Hubungan Malaria dan Stunting: Tantangan dan Solusi untuk Generasi Sehat. Rizmedia Pustaka Indonesia.
Kiik, S. M., Kep, M., & Kom, S. K. (n.d.). DENGAN PENDEKATAN FRAMEWORK WHO.
Kinansi, R. R., Mayasari, R., & Sitorus, H. (2021). Malaria pada kelompok wanita usia subur dan anak di Indonesia: analisis data Riskesdas 2013. Jurnal Vektor Penyakit, 15(1), 17–32.
Latif, I., & Putri, N. N. (2023). AZ fakta-fakta kunci penyakit menular dan penyakit tidak menular versi WHO. Deepublish.
Perdana, A. A. (2021). Karakteristik kondisi lingkungan penderita malaria terhadap kejadian malaria. Jurnal Medika Hutama, 3(01 Oktober), 1696–1702.
Ramadhan, F. (2022). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Daerah dan Faktor Potensial Endemi DBD. Universitas Islam Indonesia.
Ratodi, M. (n.d.). PROSIDING-Abstrak Mukernas IAKMI XIII.
Ridjal, A. T. M., & KM, S. (2024). Strategi Mengurangi Morbiditas dan Mortalitas Malaria melalui Breeding Site dan Vektor Nyamuk Anopheles. RIZMEDIA PUSTAKA INDONESIA.
Ruliansyah, A., & Pradani, F. Y. (2020). Perilaku-perilaku sosial penyebab peningkatan risiko penularan malaria di Pangandaran. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(2), 115–125.
Selasa, P. (2017). Implementasi kebijakan eliminasi malaria di pusat kesehatan masyarakat Kota Kupang. Jurnal Info Kesehatan, 15(1), 259711.
Setiawan, N., & Putri, N. E. (n.d.). Gambaran Antara Kejadian Malaria dengan Karakteristik Pasien di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan Tahun 2023. Smart Society Empowerment Journal, 4(3), 92–100.
Setiawan, R. P. (2016). Hubungan Paritas dan Kontrasepsi dengan Preeklampsia Ringan di Puskesmas Jagir. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(1), 100–112.
Tiffani Putri, A., & Darmawan, E. (2025). EFEKTIVITAS PENANGANAN DAN PENGENDALIAN KASUS MALARIA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Tondok, S. B., Abas, M., Wulan, N., Irawan, A., Situmeang, L., Hartati, R., … Iriani, F. A. (n.d.). Pencegahan Dan Penanganan Malaria. wawasan Ilmu.
Wahyuni, F., & Miko Wahyono, T. Y. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Batu Bara Tahun 2022. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1), 2.
Yuliyanti, W. D. (2020). Upaya World Health Organization (WHO) melalui Global Malaria Programme (GMP) dalam Mengatasi Penyakit Endemik Malaria di Indonesia Tahun 2016-2019. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.