Description Of Threat Perception Types To Chinese Ethnic Traders After The Burning Event Of 4 Viharas, 7 Temple And Social House In Tanjung Balai

Authors

  • Rizky Amelia Yasmin Siregar Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Chinese Ethnic Traders, Tanjung Balai, Threat Perception

Abstract

This study aims to describe the type of threat perception felt by ethnic Chinese traders after the burning of 4 Vihara 7 Temples and Social Houses in Tanjungbalai. This study used a descriptive quantitative method with 550 research subjects with a scale built based on the type of threat perception in theory Intergroup Threat Theory (ITT) by Stephan (2009). The results of the analysis show that ethnic Chinese traders perceive the symbolic threat perception type more than the realistic threat perception type, this shows that ethnic Chinese traders do not feel a threat to their resources but rather threat to values, beliefs or morals.The implication of this research is that it can help ethnic Chinese traders to reduce the perception of threats against the non-Chinese ethnicity so as to make them feel more secure with their identity as ethnic Chinese and to worship at the temple or temple.

References

Arkanudin, (2006).Menelusuri Akar Konflik Antaretnik di Kalimantan Barat, Kalimantan Barat: Mediator.

Azwar, Saifuddin.(2003). Sikap Manusia dan Pengukurannya,Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Azwar, S, (2012). Penyusunan Skala Psikologi, Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik (BPS).(2016). Diakses darihttp://www.bps.go.id/, pada tanggal 5 Mei 2017.

Biro Pusat Statistik, (2015).Tanjungbalai dalam Angka. Sumatera Utara: Kantor Statistik Tanjungbalai

Chang, W, (2001). Dimensi Etis Konflik Sosial. KompasCyber Media.Diakses dari http://www.kompas.com/html/ Pada tanggal 5 Mei 2017.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York : Basic Books. Hadi, S. (2000).Metodologi Research (Jilid 1-4). Yogyakarta: Andi Offset.

Habib, Achmad, (2004). Konflik Antar Etnik di Pedesaan: Pasang Surut Hubungan Cina-Non-Tionghoa. Yogyakarta: Lkis.

Hidayat, Firman, (2015).Analisis Konflik Antara Masyarakat Dengan Perhutani Akibat Pengambilan Lahan Kehutanan. Bandung.

Herlianto, (2003).Masalah Cina, dikutip dari Kompas 3 Juli 2003 diakses dari http://www.yabina.org/artikel/A6.o1.HTM. Pada tanggal 9 April 2017.

Hogg, M. A.,& Abrams, D. (1988).Social identifications: A social psychology of intergrouprelations and group processes. London: Routledge.

Indonesiapolicewatch.com, (2016). Diakses darihttp://indonesia-policewatch.com/adil/ about.php?menu=about Pada tanggal 7 Desember 2016.

Irwansyah, (2013).Potensi Keretakan Hubungan Sosial Muslim Buddhis.Kasus Konflik Patung Buddha di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara, IAIN Sumatera Utara.

Kusumohamidjojo, B, (2000).Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Problematik Filsafat Kebudayaan. Jakarta: Grasindo.

Kompasiana.com, (2016).Membedah akar masalah konflik ‘SARA’ di Tanjung Balai Sumatera Utara. Diakses dari http://www.kompasiana.com/musniumar/ membedah-akar-masalah- konflik-sara-di-tanjung-balai-sumatera utara _579e71 6ed4 7a61 b11ff ef310Pada tanggal 11 Januari 2016.

Lestari, G, (2016).Bhinneka Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia di Tengah Kehidupan Sara.Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewargamegaraan.

Mailin, (2016).Konflik dan Media Sosial (Konflik di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara).Sumatera Utara; Jurnal Penelitian Medan Agama.

Musianto, Lukas S, (2003).Peran Orang Tionghoa dalam Perdagangan dan Hidup Perekonomian dalam masyarakat. Jurnal Manajemen &Kewirausahaan Surabaya.

Nasikun, (2007).Konflik Agama, Etnisitas dan Politik. Bandung: PT. Raja Grafindo.

Nasution, (2003).Metode Research, Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Qodir, Z, 2008. Kebhinekaan, Kewarganegaraan, dan Multikulturalisme. Yogyakarta: UNISA.

Riek, B.M., Mania, E.W.,& Gaertner, S.L. (2006).Intergroup threat and out- group attitudes: A meta-analytic review. Personality and Social Psychology Review.

Rusny, Steven. 2012. Analisis Tradisi Perayaan Dongzhi Masyarakat Cina benteng di Tangerang. Jakarta Barat : Thesis.binus.ac.is

Savitri, Diana, (2008). Hubungan Etnosentrime dengan Prasangka. Malang. Eprints UMM.

Schachter, S. (2011).Psychology.Worth Publisher.

Setiono, Benny G, (2008).Tionghoa Dalam Pusaran Politik.Jakarta: Transmedia.

Siburian, Robert, (2004). Etnis Cina di Indonesia Fakta Komunikasi Antar Budaya. Jakarta, Universitas Indonesia.

Situmorang Fakhri M, (2016).Sejarah Etnis Tionghoa di Kisaran. Sumatera Utara, Universitas Negri Medan.

Stephan, W. G., Ybarra, O.,& Morrison, K. R, (2009).Intergroup threat theory. In T. D.Nelson (Ed), Handbook of prejudice, stereotyping, and discrimination. New York, NY: Psychology Press.

Sugiyono, (2009) Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.Bandung : Alfabeta.

Suparlan, P, (2002). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural. Diakses dari http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/viewFile/3448/2729.Pada tanggal 27 April 201.

Suryadinata, L, (1999).Bisnis dan Politik:Kapitalisme dan Golongan Tionghoa di Indonesia dalam Pengusaha Ekonomi dan Siasat Pengusaha Tionghoa. Yogyakarta: Kanisius.

Tajfel, H & Turner, J. C, (1979).An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.),The social psychology of intergroup relations (pp. 33–47). Brooks Cole.Diakses dari http://dtserv2.compsy. unijena.de/ss2009/ sozpsy_uj/86956663/content.nsf/Pages/58BD3B477ED0 66 79C125759B003 B9C0F/$FILE/Tajfel Turner 1979.pdf.Pada tanggal 29 Mei 2017.

Tionghoa.info (2016).Berapa jumlah populasi Etnis Tionghoa di Indonesia .Diakses dari http://www.Tionghoa.info/berapa-jumlah-populasi-Etnis- Tionghoa-di-indonesia/. Pada tanggal 11 Januari 2016.

Tribun news.com, (2016).Latar Belakang Kerusuhan di Tanjungbalai Dipicu Masalah Individu.Diakses dari http://www.tribunnews.com/nasional/2016/07/30/latar-belakang-kerusuhan-di-tanjungbalai-dipicu-masalah-individu. Pada tanggal 9 Desember 2016.

Wahyuni, Nur.(2016). Patung Buddha Diturunkan Dari Vihara, Begini Reaksi Tak Terduga Umat Buddha. Diakses dari http://www.beranda.co.id/patung-buddha-diturunkan-vihara/55984/. Pada tanggal 29 Agustus 2017

Wiratna S, (2008).Belajar Mudah SPSS Untuk Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi & Umum.Yogyakarta: Global Media Informasi.

Yuniati, Ninik.(2016). Pasca Rusuh di Tanjung Balai, Warga Tionghoa Masih Ketakutan. Diakses dari http://kbr.id/headline/072016/pascarusuhditanjungbalai wargaTionghoamasihketakutan/83580.html. Pada tanggal 29 Agustus 2017.

Downloads

Published

2022-02-07

How to Cite

Siregar, R. A. Y. (2022). Description Of Threat Perception Types To Chinese Ethnic Traders After The Burning Event Of 4 Viharas, 7 Temple And Social House In Tanjung Balai . Journal Basic Science and Technology, 9(1), 26-32. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/JBST/article/view/1722