RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG KAPRI (Pisum sativum L.) AKIBAT PEMBERIAN KONSENTRASI POC DAN DOSIS POSFOR
Keywords:
Kacang kapri, POC, Dosis PosforAbstract
Kacang kapri merupakan salah satu jenis polong-polongan yang banyak digunakan dalam masakan. kacang kapri juga mengandung vitamin, mineral, serta nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung dan tulang. Salah satu faktor yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas pada tanaman kacang kapri adalah pemupukan, baik itu pupuk organik maupun anorganik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kapri ( pisum sativum l.) akibat pemberian konsentrasi poc dan dosis posfor maka dilakukan penelitian di Pematang Siantar, Kab.Simalungun dengan ketinggian ± 700 m dpl pada bulan Maret-Mei 2022 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan jumlah 16 kombinasi perlakuan, jumlah 3 ulangan, jumlah per plot 50 tanaman, dan ukuran plot 200cm x 200cm. Parameter yang diamati tinggi tanaman (cm), Jumlah polong per tanaman, Jumlah polong per plot, Berat polong per tanaman (g), Berat polong per plot (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Poc ada respon nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah polong per plot, berat polong per tanaman dan berat polong per plot pada umur 4 MST, 5 MST, dan 6 MST. Pemberian pupuk Posfor ada respon nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah polong per plot, berat polong per tanaman dan berat polong per plot pada umur 4 MST, 5 MST, dan 6 MST.Kombinasi pemberian poc dan pupuk Posfor ada respon nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah polong per plot, berat polong per tanaman dan berat polong per plot pada umur 4 MST, 5 MST, dan 6 MST.
References
Banu, L. S. (2020). Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Ampas Kelapa sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Beberapa Tanaman Sayuran. Jurnal Ilmiah Respati, 11(2), 148–155.
Farhan, Z., HT, R. N., & Kromowartomo, M. (2018). Pengaruh pemberian dosis pupuk organik ampas kelapa terhadap produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescent L). Jurnal Ilmiah Respati, 9(1).
Hadisuwito, S. (2012). Membuat pupuk organik cair. AgroMedia.
Hairuddin, R., & Asdar, A. (2015). Uji Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik (Karunia, Tablet Plus dan Bokashi) terhadap Perkembangan Tanaman Kakao (Theobroma cacao Linneaus). Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 4(1).
Indriani, Y. H. (2011). Membuat kompos secara kilat. Penebar Swadaya Grup.
Kristianto, L. K. (2023). Potensi Ampas Kelapa Sebagai Bahan Pakan Ternak Alternatif Di Kalimantan Timur. Warta BSIP Perkebunan, 1(1), 17–21.
Kusuma, W. (2014). Kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) Limbah Baglog Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Dan Jamur Kuping (Auricularia auricula) Guna Pemanfaatannya Sebagai Pupuk. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar.
Lubis, K. S., & Hidayat, B. (2019). Ketersediaan Hara Fosfor Akibat Pemberian Biochar Sekam Padi dan Pupuk Kandang Sapi pada Inceptisol Kuala Bekala. Jurnal Pertanian Tropik, 6(2), 287–293.
Marliah, A., Hayati, M., & Muliansyah, I. (2012). Pemanfaatan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal Agrista, 16(3), 122–128.
Parman, S. (2007). Pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi kentang (Solanum tuberosum L.). Anatomi Fisiologi, 15(2), 21–31.
Pranata, A. S. (2010). Meningkatkan hasil panen dengan pupuk organik. AgroMedia.
Prasetyawati, M., Casban, C., Nelfiyanti, N., & Kosasih, K. (2019). Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Dari Bahan Sampah Organik di RPTRA Kelurahan Penggilingan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.
Safitri, W. (2021). PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PENAMBAHAN BIOAKTIVATOR EM4 TAHUN 2021. Poltekkes Tanjungkarang.
Setyaningrum, H. D., & Saparinto, C. (2012). Panen sayur secara rutin di lahan sempit. Penebar Swadaya Grup.
Sumarni, N., Rosliani, R., Basuki, R. S., & Hilman, Y. (2012). Respons tanaman bawang merah terhadap pemupukan fosfat pada beberapa tingkat kesuburan lahan (status P-tanah). Jurnal Hortikultura, 22(2), 130–138.
Sunarjono, H. H. (2012). Kacang Sayur. Penebar Swadaya Grup.
Suratman, S. (2022). Uji Aplikasi POC Keong Mas Dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Tomat Ceri (Solanum Lycopesicum Var. Cerasiforme). Universitas Islam Riau.
Wijaya, K. (2010). Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair hasil perombakan anaerob limbah makanan terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea l.).
Zainal, M., Nugroho, A., & Suminarti, N. E. (2014). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill) pada berbagai tingkat pemupukan N dan pupuk kandang ayam. Brawijaya University.


