KORELASI CURAH HUJAN DENGAN KEJADIAN PATAH PANGKAL PELEPAH KELAPA SAWIT DI KEBUN TANJUNG JATI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II

Authors

  • Sakiah Sakiah Institut Teknologi Sawit Indonesia, Indonesia
  • Rina Maharany Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)
  • Aries Sukariawan Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)
  • Rafi Irmawan Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

DOI:

https://doi.org/10.35335/fruitset.v11i3.4060

Keywords:

Defisit air, Evapotranspirasi, Kelapa sawit

Abstract

Tanaman kelapa sawit berumur > 10 tahun seringkali mengalami patah pangkal pelepah. Penyebab patah pangkal pelepah sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pokok yang mengalami patah pangkal pelepah, jumlah pelepah patah per pokok, panjang pelepah serta hubungannya dengan curah hujan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2023 di Kebun Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode survey, sebagai objek penelitian yakni tanaman kelapa sawit tahun tanam 2011 sebanyak 2 blok. Pengambilan sampel yakni sejumlah 1680 tanaman pada Blok 8 dan 1224 tanaman pada Blok 20 atau 50%  dari luas areal. Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah pokok yang mengalami patah pangkal pelepah, jumlah pelepah patah per pokok, serta pengukuran panjang pelepah, selanjutnya data dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan, dalam satu hektar tanaman kelapa sawit mengalami patah pangkal pelepah 36% hingga 46%, bahwa terjadi peningkatan jumlah pelepah yang mengalami patah pangkal pada setiap bulannya. Curah hujan yang rendah berdampak terhadap jumlah patah pangkal pelepah, dimana curah hujan dan gejala patah pangkal pelepah memiliki korelasi negatif. Tanaman yang memiliki ukuran pelepah lebih panjang, lebih rentan patah dimana ukuran pelepah yang panjang menarik pelepah kebawah.

References

Agustiana, S., Wandri, R., & Asmono, D. (2019). Performa Tanaman Kelapa Sawit pada Musim Kering di Sumatera Selatan?; Pengaruh Defisit Air terhadap Fenologi Tanaman. In S. Herlinda (Ed.), Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018 (pp. 978–979).

Hardjowigeno, S. (1987). Ilmu Tanah (1st ed.). Mediyatama Sarana Perkasa.

Kabiran, M. R., Wirianata, H., & Astuti, Y. T. M. (2017). Pengaruh Curah Hujan Dan Pemupukan Terhadapgejala Penyakit Sengklehdi Perkebunankelapa Sawit. Agromast, 2(2).

Larasani, I., & Violita. (2021). Prolin Sebagai Indikator Ketahanan Tanaman Terhadap Cekaman Kekeringan. Prosiding Seminar Nasional Universitas Negeri Padang, 1996, 1728–1738.

Lubis, A. . (2008). Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Indonesia (2nd ed.). Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Maryani, A. T. (2018). Efek Pemberian Decanter Solid terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Media Tanah Bekas Lahan Tambang Batu Bara di Pembibitan Utama. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 33(1), 50. https://doi.org/10.20961/carakatani.v33i1.19310

Noviandi Ginting, E., Sutandi, A., Nugroho, B., & Lilik Tri Indriyati, D. (2013). Rasio Dan Kejenuhan Hara K, Ca, Mg Di Dalam Tanah Untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Ratio and Saturation of K, Ca, Mg in the Soil for Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq). Buletin Agrohorti, 15(2), 60–65.

Sakiah, S., Febrianto, E. B., Sudrajat, A., & Siregar, A. K. (2021). Pemetaan Iklim Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Bintang Bayu , Kabupaten Serdang Bedagai , Provinsi Sumatera Utara. Agro Industri Perkebunan, 9(1), 15–22. https://jurnal.polinela.ac.id/AIP/article/view/1706

Sakiah, S., Sembiring, M., & Utomo, T. (2018). Pengaruh kacangan penutup tanah Mucuna bracteata terhadap beberapa sifat fisik dan kimia tanah ultisol pada perkebunan karet (Hevea brasiliensis). Jurnal Agro Estate, II(1). https://ejurnal.stipap.ac.id/index.php/JAE/article/view/29

Sakiah, S., Sudrajat, A., Febrianto, E. B., & Harahap, M. (2021). Pemetaan Curah Hujan untuk Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Bandar Khalipah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia 2021, 45–51.

Sakiah, Sembiring, M., & Hasibuan, J. (2018). Entisol land characteristics with and without cover crop (Mucuna bracteata) on rubber plantation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 122(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/122/1/012043

Siregar, H. H., Darlan, N. H., & Pradiko, I. (2015). Pemanfaatan Data Iklim untuk Perkebunan Kelapa Sawit. https://agroklimatologippks.files.wordpress.com/2015/10/pemanfaatan-data-iklim-untuk-perkebunan.pdf

Sulistyo. (2010). Budidaya Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Sutarta, E. ., Rahutomo, S., Darmosarkoro, W., & Winarna. (2010). Peranan Unsur Hara dan Sumber Hara Pada Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit. In W. Darmosarkoro, E. S. Sutarta, & Winarna (Eds.), Lahan dan Pemupukan (3rd ed., p. 79). Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Syarovy, M., Ginting, E. N., & Santoso, H. (2015). Respon Morfologi dan Fisiologi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Cekaman Air. Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 20(20), 1–11.

Taisa, R., Purba, T., Sakiah, S., Herawati, J., Junaedi, A., Hasibuan, H. S., Junairiah, & Firgiyanto, R. (2021). Ilmu Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Yayasan Kita Menulis.

Wahyuni, M., & Sakiah, S. (2019). Buku Ajar Jenis Pupuk dan Sifat-Sifatnya. USU Press.

Wijayani, S., Wirianata, H., & Setyawan, H. (2022). Implementasi Kultur Teknis di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim. Agro Bali?: Agricultural Journal, 5(3), 584–591. https://doi.org/10.37637/ab.v5i3.974

Downloads

Published

2023-08-30

How to Cite

Sakiah, S., Rina Maharany, Sukariawan, A. ., & Rafi Irmawan. (2023). KORELASI CURAH HUJAN DENGAN KEJADIAN PATAH PANGKAL PELEPAH KELAPA SAWIT DI KEBUN TANJUNG JATI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 11(3), 219-225. https://doi.org/10.35335/fruitset.v11i3.4060

Most read articles by the same author(s)