KAJIAN TEKNIK INVIGORASI BENIH KEDELAI (Glycine max) DI INDONESIA: Review Artikel

Authors

  • Winda Wahyuni Universitas Bangka Belitung
  • Kartika Universitas Bangka Belitung

Keywords:

kedelai, invigorasi, priming, vigor

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia yang memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia adalah dengan penggunaan benih bermutu. Kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi didalam benih mengakibatkan benih cepat mengalami kemunduran (deteriorasi) selama proses penyimpanan benih.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mempertahankan atau mengembalikan mutu benih yaitu dengan teknik invigorasi. Invigorasi benih kedelai dilaporkan dapat meningkatkan performa dari benih kedelai. Beberapa teknik invigorasi benih kedelai di Indonesia diantaranya yaitu dengan hidrasi benih, perendaman dengan menggunakan larutan osmotic, priming, matriconditioning serta seed coating. Invigorasi benih dapat meningkatkan daya kecambah, indeks vigor, waktu muncul kecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang akar kecambah.

References

Agustiansyah. 2016. Efek Bahan Coating dan Aditif pada Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) selama Penyimpanan. Prosiding Seminar Nasional Perhorti dan Peragi, Makassar, pp. 590-597.

Agustrina, R. 2008. Perkecambahan dan Pertumbuhan Kecambah Leguminoceae dibawah Pengaruh Medan Magnet. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Universitas Lampung, Bandarlampung.

Arief, R,&Koes F. 2010. Invigorasi Benih. Balai Penelitian Serealia. Prosiding Pekan Serealia Nasional, pp 473-477.

Basra, S.M.A., Farooq, M.,Tabassum., R., Ahmad, N. 2005. Physiological and Biochemical Aspects of Pre-Sowing Seed Treatments in Fine Rice (Oryza sativa L.). Seed Science and Technology, 33(3), 623-628.

Bewley, J.D. and Black, M. (1982). Physiology and bio-chemistry of seeds in relation to germination. 2nd edition, Springer-Verlag press, New York, 365pp.

Bennett, M.A., Fritz, V.A., Callan, N.W. 2018. Impact of seed treatments on crop stand establishment. Horttechnology, 2, 345–349.

Bradford, K.J. 1986. Manipulation of seed water relations via osmotic priming to improve germination under stress conditions. Hortscience. 21(5), 1105-1112.

Copeland, L., McDonald, M.B. 2001. Principle of seed science and technology. Norwell, Massachusetts: Kluwer Academic Publishers. 488pp.

Ernita E.,&Mairizki, F. 2019. Penggunaan Polietilen Glikol sebagai Teknik Invigorasi untuk Memperbaiki viabilitas, vigor dan produksi benih kedelai. Jurnal Ilmiah Pertanian, 16(1),8-18.

Farooq, M., Basra, S.M.A., Afzal, I. and Khaliq, A. (2006). Optimization of hydropriming techniques for rice seed invigoration. Seed Sci. Technol, 34, pp.507–512

Farooq, S.M.A., Basra, Wahid, A., Khaliq, A. and Kobayashi, N. (2009). Rice Seed Invigoration.: A Review. Organic Farming, Pest Control and Remediation 137 of Soil Pollutants, Sustainable Agriculture Reviews.pp. 137-175.

Handayani, S. 2010. Kualitas batu bata merah dngan penambahan serbuk gergaji. Jurusan Teknik sip[il, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Jurnal Teknik sipil dan perencanaan, 1(12): 41-50.

Hardegree, S.P&Emmerich, W.E. 1992. Effect of Matric-Priming Duration and Priming Water Potential on Germination of Four Grasses. Journal of Experimental Botany. 43, 233-238.

Harris, D., Patham, AK., Gothkar, P., Joshi, A., Chivasa, W., Nyamudeza, P. 2001. On farm seed priming: using participatory methods to revive and refine a key technology. Agricultural System, 69, 151-164.

Heydecker, W&Coolbaer, P. 1977. Seed treatments for improved performance survey and attempted prognosis. Seed Science Technology, 5, 353-425.

Hu, J., Xie, X.J, Wang, Z.F, Song, W.J. 2006. Sand priming improves alfalfa germination under high-salt concentration stress. Seed Science and Technology, 34(1), 199-204.

Ilyas S. 1995. Perubahan Fisiologis dan Biokemis dalam Proses “Seed Conditioning”. Keluarga Benih VI. No. 2, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Iinstitut Pertanian Bogor, Bogor.

Ilyas, S. (2012). Ilmu Dan Teknologi Benih. Teori dan Hasil-Hasil Penelitian. Bogor (ID), IPB Press.

Junaidi., Ahmad, F. 2021. Pengaruh perendaman terhadap pertumbuhan vigor biji kopi Lampung (Coffe acanephora). Jurnal inovasi pertanian, 2(7), 1911-1916.

Justice, O.L. dan L.N. Bass. 1994. Prinsip Praktek Penyimpanan Benih. Diterjemahkan oleh Rennie Roesli. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Kementrian Pertanian. 2019. Kedelai. Analisis Kinerja Perdagangan. Pusat data dan Sistem Informasi Pertanian ISSN : 2086 – 4949. Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Indonesia.

Khan, A.A. (1992). Pre-plant physiological conditioning. Hort. Rev. 13, pp. 131–181

Kuswanto, H. Teknologi Pemprosesan, Pengemasan dan Penyimpanan Benih. 2003. Yogyakarta: Kanisius.

Leubner, G. 2006. The Seed Biology Place (http://www.seed.biology.de (diakses agustus 2022)

Lutfiah, N., Agustiansyah, Timotiwu, P.B. 2021. Pengaruh priming pada vigor benih kedelai (Glycine max L) yang dikecambahkan pada tanah masam. Jurnal Agrotropika, 20(2), 120-128.

Mariani&Wahditiya, A.A. 2022. Efektivitas beberapa metode invigorasi benih kedelai (Glicine max L.), Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian. 7(1), 1-6

Manggung, R.E.R., Ilyas, S., Baktiar, Y. 2014. Evaluasi daya simpan. Benih kedelai yang diberi perlakuan pelapisan benih dengan cendawan mikoroza arbuskular. J. Agron. Indonesia, 42(2), pp 103-109.

Mondal, S., Vijay, P., Bose. B. 2011. Role of seed hardening in rice variety Swarna (MTU 279). Research Journal of Seed Science, 4(3), 157-165.

Najar, M.,S&Bakhtiari. 2014. Effect of Seed Priming on Germination Traits of Nigella sativa under Saline Conditions. Indian Journal of Fundamental and Applied Life Science, 4(3), 396-405.

Pill, W.G., Necker, A.D. The effect of seed treatment on germination and establishment of kentucky bluegrass (Poa pratensis L.). Seed Science and Technology. 29(1), 65-72.

Rouhi, H.R., Surki, A.A., Syariefzaedah F., Afshari, R.T., Aboutalebian, M.A., Ahmadvand G. 2011. Study of Different Priming Treatments on Germination Traith of Soybean Lots. Not Sci Biol,3(1),101-108.

Ruan, S., Xue, Q., Tylkoska, K. 2002. The influence of priming on germination of rice (Oryza sativa L.) seeds and seedling emergence and performance in flooded soil. Seed Science and Technology. 30(1), 61-67.

Ruliyansyah, A. 2018. Peningkatan performansi benih kacangan dengan perlakuan invigorasi. J. Tek. Perkebunan&PSDL. 1, 13-18.

Sadjad. S., Murniati E., Ilyas S. 1999. Parameter Pengujian Vigor Benih Dari Kompratif ke Simulatif. Grasindo dan PT Sang Hyang Seri: Jakarta.

Sari, N.N.K., Suroso, B., Wijaya, I. 2022. Invigorasi Osmoconditioning Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Kedelai Varietas Biosoy 1 Dengan Masa Simpan Lebih Dari 6 (Enam) Bulan. National Multidisciplinary Sciences. 1(2), 292-301.

Sivasubramaniam, K., Geetha, R., Sujatha, K., Raja, K., Sripunitha, A., Selvarani, R. 2011. Seed Priming: Triumphs and tribulations. Physiology, 98,pp. 197–209.

Solaimalai, A.,&Subburamu, K. 2004. Seed hardening for field crops—A review. Agric. Rev.25, 129–140.

Sopian, K.A., Nurmauli, N., Ginting, Y.C., Ermawati. 2021. Pengaruh varietas dan pelembaban pada viabilitas benih kedelai (Glycine max) pasca simpan tujuh belas bulan. Jurnal kelitbangan, 9(3), 327-339.

Sucahyono, D., Sari. M., Surahman, M., Ilyas, S. 2013. Pengaruh perlakuan invigorasi pada benih kedelai hitam (Glycine soja) terhadap vigor benih, pertumbuhan tanaman dan hasil. J. Agron. Indonesia. 41(2), 126-132.

Sutariati G.A.K., Zul’aiza., Darsan, S, Kasra, L.D.M.A., Wangadi, S., Mudi, L. 2014. Invigorasi benih padi lokal untuk meningkatkan vigor dan mengatasi permasalahan dormansi fisiologis pascapanen. Jurnal Agroteknos. 4(1), 10-17.

Sukowardojo, B. 2011. Perendaman Benih Kedelai Dalam Urin Kambing Dan Zat Pengatur Tumbuh Sintetik Untuk Perbaikan Mutu Fisiologis Setelah Disimpan Soaking. Jurnal Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, pp 31–36.

Traquis, A.M&Bradford, K.J. 1992. Prehydration and priming treatments that advance germination also increase the rate of deterioration of lettuce seed. Journal of Experimental Botany, 43, 307-317.

Taylor A.G., Allen P.S., Bennett M.A., Bradford, K.J., Burris, J.S., Misra, M.K. 1998. Seed enhancements. Seed Science Research, 8(2),245-256.

Triani, N. 2021. Pengaruh lama penyimpanan te1rhadap daya kecambah benih leci (Litchi chinensis, Son). Jurnal Teknologi Terapan, 5(1), 346-352.

Waqas, M., Korres, N.E., Khan, D., Nizami, A.S., Deeba, F., Ali, I., Hussain, H. 2019. Advance in the consept and methods of seed priming. Springer Nature Singapore. pp. 11-41.

Udi, Y.M., Walingkas, S.A.F., Lumingkewas, A.M.W. 2012. Pengaruh matriconditioning terhadap vaibilitas dan vigor benih kedelai yang disimpan di ruang terbuka. J. Agrotan. 3(1), 1-11.

Zumarni, D& Suhartono. 2018. Pemanfaatn antioksidan pada seed coating untuk mempertahankan vigor benih kedelai di penyimpanan. Jurnal Siliwangi, 4(1),pp 47-54.

Downloads

Published

2022-10-03

How to Cite

Wahyuni, W., & Kartika. (2022). KAJIAN TEKNIK INVIGORASI BENIH KEDELAI (Glycine max) DI INDONESIA: Review Artikel. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 10(4), 146-156. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/Fruitset/article/view/2998