KOMPARATIF RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH ANTARA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU DI DESA SUMI KECAMATAN LAMBU KABUPATEN BIMA
Keywords:
Risiko, Usahatani, Bawang MerahAbstract
Risiko yang dihadapi petani dapat berupa risiko hasil atau risiko produksi, risiko harga jual produksi dan risiko pendapatan. Risiko hasil atau produksi antara lain disebabkan oleh serangan hama dan penyakit, cuaca atau kondisi alam, suplai air yang bermasalah, dan variasi input yang digunakan. Keberhasilan usahatani bawang merah yang dilakukan oleh seorang petani pada dasarnya ditentukan oleh besarnya pendapatan, resiko dan juga oleh tingkat efisiensi yang akan dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pendapatan usahatani bawang merah antara musim hujan dan musim kemarau; 2) Tingkat risiko usahatani bawang merah antara musim hujan dan musim kemarau; 3) Perbandingan pendapatan usahatani bawang merah antara musim hujan dan musim kemarau di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani bawang merah pada musim hujan sebesar Rp 187.074.799,93/ha dan pada musim kemarau Rp 177.113.150,23/ha. Risiko produksi musim hujan 2,53%, risiko harga 31,46%, risiko pendapatan 2,34%. Pada musim kemarau, risiko produksi sebesar 2,41%, risiko harga sebesar 39,75%, dan risiko pendapatan sebesar 2,24%. Analisis komparatif pendapatan usahatani bawang merah antara musim hujan dan kemarau, t hitung 0,51 < t tabel 1,67 menunjukkan tidak signifikan.
References
Aldila, H. F., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. (2017). Daya saing bawang merah di wilayah sentra produksi di Indonesia. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 14(1), 43-43.
Budiningsih, S., & Pujiharto, P. (2007). Analisis Risiko Usahatani Bawang Merah di Desa Klikiran Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 9(2).
Dahlianawati, Sofyan, Fajri. 2020. Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Di Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5 No.4.
Fauzan, M. (2016). Pendapatan, risiko, dan efisiensi ekonomi usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 2(2), 107-117.
Gumilar, A. S., Hidayat, Y. R., & ketut Sukanata, I. (2019). Analisis Komparasi Biaya Dan Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Dataran Tinggi Antara Sistem Pengolahaan Tanah Cultivator Dengan Sistem Konvensional (Kasus Di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka). Paradigma Agribisnis, 2(2), 13-20.
Hakim, N. R. (2017). Analisis komparatif usahatani bawang merah pada musim kemarau dan penghujan di Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon (Doctoral dissertation, Universitas Jenderal Soedirman).
Indrayani, I., & Andri, A. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 20(3), 151-159.
Juliana Carolina Kilmanun, P.Evydan Restu Bayu Nuarie. 2020. Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah Di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.
Lakamisi, H., & Usman, R. (2016). Analisis finansial dan strategi pengembangan usaha kecil menengah (UKM) kacang vernis. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 9(2), 57-65.
Lawalata, M. (2017). Risiko usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul. Jurnal Agrica, 10(2), 56-73.
Mudatsir, R. (2018). Prospek Pengembangan Bawang Merah di Kabupaten Jeneponto. Jurnal Bertani Vol 14 No.1 :24-31.
Nugroho, A., Rohmah, F., Al Rosyid, A. H., & Suratiyah, K. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Pendapatan Petani Kedelai di Kecamatan Paliyan Gunung Kidul. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.
Nurdi, M., & Baladina, N. (2017). Analisis Keunggulan Komparatif Upaya Bawang Merah di Desa Ponjanan Barat, Kecamatan Batumarmar, Kecamatan Pamekasan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 1(1), 44-55.
Rahardjo, D., & adi Wijaya, G. (2018). Perbandingan Usahatani Bawang Merah Di Musim Kemarau Dan Musim Penghujan Di Kecamatan Sukomoro. Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis, 2(1).
Rahmadona, L., Fariyanti, A., & Burhanuddin, B. (2016). Analisis pendapatan usaha bawang merah di Kabupaten Majalengka. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(2), 72.
Riyanti, L. (2011). Analisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani bawang merah varietas Bima di Kabupaten Brebes.


