RESPON PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN AMPAS SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L)
Keywords:
Mentimun, pupuk kandang puyuh, ampas sabut kelapaAbstract
Pertumbuhan Mentimun di lapangan dengan Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang puyuh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus) dan untuk mengetahui pengaruh pupuk ampas sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus) serta untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk organik kandanng puyuh dan ampas sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus). Rancangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diujikan sekali gus dan mempunyai 3 ulangan, Faktor pertama adalah Pupuk kandang puyuh (P) yaitu : P1 = 2 kg/plot, P2 = 4 kg/plot dan P3 = 6 kg/plot. Faktor kedua pupuk ampas sabut kelapa (K) terdiri dari 4 taraf yaitu :K0 = 0 (kontrol), K1 = 2 kg/plot, K2 (4 kg/plot) dan K3 (6 kg/plot). Parameter yang diamati terdiri dari pertumbuhan panjang tanaman (cm), jumlah cabang produktif, jumlah buah/sampel, produksi buah/sampel dan produksi buah/plot. Berdasarkan analisa DMRT hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan pemberian pupuk kandang puyuh dan pupuk ampas sabut kelapa memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0.01) terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, produksi/sampel maupun produksi/plot mentimun memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (p > 0.05) terhadap jumlah cabang produktif dan jumlah buah/sampel.
References
Musnamar, 2006. Pranan Pupuk Kandang. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mulyani, 2012. Pranan Pupuk Fosfor Terhadap Tanamann Sayuran. Sinar Baru Algesindo. Bandung.
Marsosno, 2007. Serapan Unsur Kaliun di Dalam Tanah. Depok Estate. Nurtika dan Sumarna, 2001. Dosis Pupuk Kandang Untuk Tanaman Semusim. CV. Simelex Argo Media Pustaka. Depok Estate.
Nawangsih, 2010. Budidaya Mentimun Itensif. Penebar Swadaya Jakarta. Rusmaili, 2011. Manpaat Dari Penggunaan Pupuk Organik. Erlangga. Jakarta.
Subagyo, 2009. Pemupukan Yang Efektif. PT. Argo Media Pustaka. Depok. Sumpena, 2011. Kiat Bercocok Tanam Sayuran Organik. Lembaga Sehat Dompe Dhuafa Republika.
Rukmana, R. 2014. Budidaya Mentimun. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Soewito, D. S. 2012. Memanfaatkan Lahan Bercocok Tanam Mentimun. CV Titik Terang. Jakarta.
Dwijoseputro, D. 2015. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta. Harjowigeno, 2013. Ilmu Tanah. PT Milton Putra. Jakarta.
Kerta Saputra dan M. Suteja. 2010. Pupuk dan Cara Memupukan. Reneka Cipta. Jakarta.
Lingga, B. 2012. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta. Sumpena, U. 2012. Budidaya Mentimun. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm I dan 19.
Harjadi, S, 2016. Pengantar Agronomi. PT. Garmedia. Jakarta.
Lingga, p, 2012. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Novizan, 2012. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Argomedia Pustaka. Jakarta.


