ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MADU LEBAH HUTAN DI KECAMATAN LUNYUK KABUPATEN SUMBAWA

Authors

  • Mega Trishuta Pathiassana Universitas Teknologi Sumbawa

Keywords:

Kelompok Tani, Produktivitas, Madu Hutan, Lunyuk, Sumbawa

Abstract

Kelompok tani merupakan salah satu bentuk organisasi tani yang berfungsi sebagai media penyuluhan bagi petani. Kelas pembelajaran, wahana kerjasama, dan unit produksi merupakan tiga bagian fungsi yang harus dijalankan oleh kelompok tani untuk mencapai tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kelompok tani dalam memfasilitasi petani madu hutan di Kecamatan Lunyuk, serta menganalisis hubungan antara peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani madu di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan analisis kolerasi kuantitatif. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test dengan ? = 0,05. Hasil penelitian ini  menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok tani dengan produktivitas madu hutan di Kecamatan Lunyuk, Sumbawa. Hal ini dapat menjadi evaluasi bagi pengelola kelompok tani di wilayah Kecamatan Lunyuk untuk meningkatkan keterlibatan dan kontribusinya, terutama bagi para petani pemetik madu hutan agar lebih berperan dalam peningkatan produktivitas madu hutan di wilayahnya.

References

Amil, A., & Rachman, T. (2019). Implementasi Undang-Undang No.18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan (Studi Kasus Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Melakukan Perambahan Hutan Di Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa Besar). JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 6(2), 152. https://doi.org/10.31764/jiap.v6i2.653

Fajrin, R. (2012). Kelembagaan yang Dikembangkan dalam Rangka Mewujudkan Swadaya Petani. Universitas Brawijaya.

Hasibuan, A. M. (2016). Peran Penyuluh Pertanian terhadap Kelompok Tani dalam Pengembangan Usahatani Padi Sawah. Universitas Sumatera Utara.

Ikbal, M. (2014). Peranan Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Margamulya Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali. Agrotekbis, 2(5), 505–509.

Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (p. 55). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Novandra, A., & Wdnyana, I. M. (2013). Peluang Pasar Produk Perlebahan. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu.

Pusat Penyuluhan Pertanian. (2012). Materi Penyuluhan Pertanian Penguatan Kelembagaan Petani Buku II: Kelompok Tani sebagai Wahana Kerjasama. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sudarmadi, A. (2015). Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK): Salah Satu Solusi Peningkatan Kesejahteraan. Bappeda NTB. https://bappeda.ntbprov.go.id/hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk-salah-satu-solusi-peningkatan-kesejahteraan/

Suparman, I. A. (1990). Statistika Sosial (Edisi Pert). Rajawali.

Tamin, R. P., Fazriyas, Hamzah, Albayudi, & Anggraini, R. (2020). PPM Budidaya Lebah Madu pada Wilayah KPHP Unit XIII Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Karya Abdi, 4(1), 152–161.

Downloads

Published

2022-08-31

How to Cite

Pathiassana, M. T. (2022). ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MADU LEBAH HUTAN DI KECAMATAN LUNYUK KABUPATEN SUMBAWA. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 10(4), 175-181. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/Fruitset/article/view/2652