Pngaruh Keadaan Kulit Benih Dan Pengeringan Serta Konsentrasi Air Kelapa Pada Uji Viabilitas Benih Pepaya (Carica Papaya L.)

Authors

  • Anwar Parhimpunan Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Ubi Jalar, Varietas, Sumber Kalium

Abstract

Dormansi benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit benih, keadaan fisiologis dari embrio atau kombinasi dari ke dua keadaan tersebut, sehingga diperlukan perlakuan yang dapat mematahkan dormansi seperti pengeringan benih dan pemberian air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh keadaan kulit benih dan pengeringan serta konsentrasi air kelapa terhadap uji viabilitas benih papaya, di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (± 25 m dpl.) pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga faktor perlakuan yaitu keadaan kulit benih (sarcotesta dan tanpa sarcotesta), pengeringan benih (2, 4 dan 6 hari) dan konsentrasi air kelapa (0, 50 dan 100 %).Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kulit benih tanpa sarcotesta meningkatkan kadar air benih, persentase kecambah normal, indeks vigor, bobot segar kecambah, bobot kering kecambah, mempercepat laju perkecambahan serta menurunkan persentase benih tidak tumbuh benih pepaya. Perlakuan pengeringan benih selama 6 hari nyata meningkatkan persentase kecambah normal, indeks vigor serta dan menurunkan persentase benih tidak tumbuh. Perlakuan konsentrasi air kelapa 50 % nyata meningkatkan persentase kecambah normal, indeks vigor dan menurunkan persentase benih tidak tumbuh. Interaksi antara keadaan kulit benih tanpa sarcotesta dan pengeringan benih selama 6 hari nyata mempercepat laju perkecambahan. Interaksi antara keadaan kulit benih tanpa sarcotesta dan konsentrasi air kelapa 50 % nyata meningkatkan kadar air. Interaksi antara perlakuan keadaan kulit benih tanpa sarcotesta, pengeringan benih selama 6 hari dan konsentrasi air kelapa 50 % nyata mempercepat laju perkecambahan.

References

Suketi, K, R. Purwanto, S. Sujiprihati, Sobir,W.DWidodo. 2010. Karakterfisik dan kimia buah papaya pada stadia kematangan berbeda. Jurnal Agronomi Indonesia. XXXVIII (1): 60-66.

Sari, M, E. Murniati, dan M. R. Suhartanto. 2005. Pengaruh Sarcotesta dan Pengeringan Benih serta Perlakuan Pendahuluan terhadap Viabilitas dan Dormansi Benih Pepaya (Carica papaya L.). Bul. Agron. (33) (2) 23.

Fahmi, Z. I. 2012. Studi Perlakuan Pematahan Dormansi Benih dengan Skarifikasi Mekanik dan Kimiawi. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman

Sebayang, A., T. Chairun Nissa B. dan N. Rahmawati. 2014. Pengaruh pemeraman, pengeringan, dan keberadaan sarcotesta terhadapperkecambahan benih pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Online Agroekoteknologi. ISSN No.2337- 6597. Vol.2, No.3: 1131-1141.

Yunita, R. 2011. Pengaruh Pemberian Urine Sapi, Air Kelapa dan Rootone F Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Markisa (Passiflora edulis var. flavicarpa). Solok.Journal. Hal 1-10.

Widyastuti. 2006. Pengaruh Perendaman Biji dalam Air Kelapa Muda Terhadap Perkecambahan Benih Pinang (Areca catechu L.) Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Riau. Pekanbaru.

Downloads

Published

2019-12-30

How to Cite

Parhimpunan, A. (2019). Pngaruh Keadaan Kulit Benih Dan Pengeringan Serta Konsentrasi Air Kelapa Pada Uji Viabilitas Benih Pepaya (Carica Papaya L.). Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 8(1), 8-16. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/Fruitset/article/view/1926