INTEGRASI PASAR KOMODITAS CABAI MERAH KERITING DI PROVINSI BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.35335/agripreneur.v15i1.7225Keywords:
Cabai Merah Keriting, Index Of Market Connection, Integrasi Pasar, Provinsi Banten, Transmisi HargaAbstract
Cabai merah keriting merupakan komoditas strategis yang harganya berfluktuasi dan berkontribusi terhadap inflasi pangan. Meskipun berbagai penelitian mengenai integrasi pasar cabai telah dilakukan di Indonesia, kajian yang secara khusus menganalisis integrasi pasar cabai merah keriting di Provinsi Banten masih terbatas. Selain itu, perbedaan tingkat integrasi vertikal antara hubungan petani-pedagang besar dan pedagang besar-pedagang eceran belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pasar cabai merah keriting secara vertikal di Provinsi Banten pada dua level pasar tersebut. Data yang digunakan terdiri atas data sekunder berupa harga bulanan tingkat petani, pedagang besar, dan pedagang eceran dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) periode Mei 2021–April 2026 (60 bulan) serta data primer dari wawancara terhadap 20 pelaku pemasaran di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Analisis dilakukan menggunakan Model Ravallion dan Index of Market Connection (IMC) Timmer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua level pasar terintegrasi dalam jangka pendek (IMC < 1). Pada tingkat petani-pedagang besar diperoleh nilai IMC sebesar 0,367, transmisi harga 0,355, dan R² sebesar 0,375, sedangkan pada tingkat pedagang besar-pedagang eceran diperoleh nilai IMC sebesar 0,172, transmisi harga 0,551, dan R² sebesar 0,712. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pasar dan efisiensi transmisi harga menguat ke arah hilir namun melemah ke arah hulu. Hubungan petani–pedagang besar menjadi mata rantai terlemah karena hanya 35,5% perubahan harga di tingkat pedagang besar ditransmisikan kepada petani. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan petani, akses informasi harga, dan posisi tawar petani untuk meningkatkan efisiensi pemasaran serta menjaga stabilitas harga pangan daerah.
References
Alfiyah, S. & Sugiarti, T. (2023). Fluktuasi Harga Komoditas Bawang Merah Sebelum dan Pada Saat Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 7, 660–673.
Andani, A. & Wardoyo, H. (2024). Investigating the Market ’ s Behavior of Curly Red Chili in Bengkulu Indonesia Using Price Formation and Transmission Elasticity Model. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology, 14(2), 683–690.
Asmarantaka, R. W. (2014). Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). In IPB Press.
Bakari, Y., Adam, E. & Aditia, S. (2024). Analisis Integrasi Pasar Komoditas Cabai Rawit di Provinsi Gorontalo. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 21(1), 31–41. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.20961/sepa.v21i1.61318
Baladina, N., Sugiharto, A. N., Anindita, R. & Laili, F. (2021). Price volatility of maize and animal protein commodities in Indonesia during the Covid-19 season Price volatility of maize and animal protein commodities in Indonesia during the Covid-19 season. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 803. https://doi.org/10.1088/1755-1315/803/1/012060
Fernando, Z., Rosiana, N. & Priatna, W. B. (2025). Transmisi Harga Bawang Merah di Provinsi Sumatera Barat. 13(2), 506–519. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jai.2025.13.2.506-519
Firdaus, M. (2021). Disparitas Harga Pangan Strategis Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19. Jurnal Ekonomi Indonesia, 10(2 SE-Articles), 107–120. https://doi.org/10.52813/jei.v10i2.104
Ginting, N. M., Lubis, A. R. & Zendrato, M. (2023). Analisis Volatilitas , Integrasi Pasar Dan Transmisi Harga Cabai Merah Di Provinsi Sumatera Utara , Indonesia Analysis Of Volatility , Market Integration And Transmission Of Red Chili Prices In North Sumatra Province , Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 6(3), 827–839. https://doi.org/https://doi.org/10.37637/ab.v6i3.1519
Hariyani, N., Koestiono, D. & Muhaimin, A. W. (2017). The Risk Level of Production and Price of Red Chili Farming in Kediri Regency, East Java Province, Indonesia. Agricultural Socio-Economics Journal, 17(2), 81–87. https://doi.org/10.21776/ub.agrise.2017.017.2.5
Hidayat, H., Sukmaya, S. G. & Heryadi, D. Y. (2022). Analisis Integrasi Pasar Cabai Merah Besar di Kota Tasikmalaya. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 6, 1051–1061.
Ikhsan, S., Santoso, D., Ilmi, Y. & Ananda, D. E. (2024). Analyzing the Spatial Integration of Rice Market in South Kalimantan Province , Indonesia?: Using Vector Error Correction Model ( VECM ). Universal Journal of Agricultural Research, 12(2), 262–271. https://doi.org/10.13189/ujar.2024.120206
Karyani, T., Susanto, A., Djuwendah, E. & Hapsari, H. (2020). Red Chili Agribusiness and the Risks Faced by the Farmers. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 466(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/466/1/012002
Kementerian Pertanian. (2024). Buletin Konsumsi Pangan Volume 15 No. 1.
Khadijah, S. & Nasution, H. (2022). Analisis Transmisi Harga dan Faktor Pembentukan Harga di Tingkat Lembaga Pemasaran Kopi Arabika di Kabupaten Tapanuli Utara , Sumatera Utara , Indonesia ( Analysis of Price Transmission and Price Formation at the Level of Arabica Coffee Marketing Institut. Agro Bali: Agricultural Journal, 5(1), 67–75. https://doi.org/https://doi.org/10.37637/ab.v5i1.869 Analisis
Kustiari, R., Sejati, W. K. & Yulmahera, R. (2018). Integrasi Pasar dan Pembentukan Harga Cabai Merah di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 36(1), 39–53.
Lestari, E. P., Prajanti, S. D. W., Wibawanto, W. & Adzim, F. (2022). ARCH-GARCH Analysis: An Approach to Determine The Price Volatility of Red Chili. Agraris, 8(1), 90–105. https://doi.org/10.18196/agraris.v8i1.12060
Marina, I., Sukmawati, D., Juliana, E. & Safa, Z. N. (2024). Dinamika Pasar Komoditas Pangan Strategis: Analisis Fluktuasi Harga Dan Produksi. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, Vol. 12 No. 1 (2024), 160–168. https://journal.unwim.ac.id/index.php/paspalum/article/view/700/561
Misqi, R. H. & Karyani, T. (2020). Analisis Risiko Usahatani Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) di Desa Sukalaksana Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(1), 65–76.
Muflikh, Y. N., Smith, C., Brown, C., Kusnadi, N., Marendra, A. & Abdul, A. (2024). Integrating system dynamics to value chain analysis to address price volatility in the Indonesian chilli value chain. Food Policy, 128(July), 102713. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2024.102713
Ningsih, R. & Prabowo, D. (2017). Tingkat Integrasi Pasar Ayam Broiler di Sentra Produksi Utama: Studi Kasus Jawa Timur dan Jawa Barat. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 11(2), 247–270.
Putri, D. D., Karim, A. R., Kartika, I., Wijayanti, E. & Zulkfli, L. (2025). Price Dynamics and Market Integration of Red Chili Between Farmers and Consumers in Banyumas Regency , Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 8(2), 608–621. https://doi.org/https://doi.org/10.37637/ab.v8i2.2291 Price
Ravallion, M. (1986). Testing Market Integration. American Journal of Agricultural Economics, 68(1), 102–109. https://doi.org/10.2307/1241654
Samantha, K., Rahmawati, R., Statistika, D. & Diponegoro, U. (2021). Analisis integrasi spasial pasar cabai merah keriting di jawa tengah dengan metode vector error correction model. JURNAL GAUSSIAN, 10, 190–199.
Shaffitri, L. R., Suryana, E. A. & Sinuraya, J. F. (2024). Market integration and rice price transmission in Indonesia. BIO Web of Conferences 119, 02007. https://doi.org/https://doi.org/10.1051/bioconf/202411902007
Siagian, W. M., Pardosi, G. V., Manalu, W. A. & Saptati, R. A. (2023). Hubungan Harga Komoditas Hortikultura Antar Pasar di Provinsi Sumatera Utara , Indonesia Price Relationship of Horticultural Commodities amongst Markets in North Sumatera Province , Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 6(3), 670–680. https://doi.org/https://doi.org/10.37637/ab.v6i3.1358
Sihombing, N. R., Kusmaria, Irawati, L. & Zaini, M. (2025). Elastisitas Transmisi Harga Cabai Merah di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agristan, 7(2), 87–98.
Surbakti, T. & Supriana, T. (2022). Asymmetric Price Transmission of Red Chili Market in North Sumatra Province , Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 5(1), 156–165.
Taufiq, M., Rahmanta & Ayu, S. F. (2021). Permintaan Dan Penawaran Bawang Merah Di Provinsi Sumatra Utara. 14(1), 104–115. https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4759
Timmer, C. . (1987). Corn Marketing: Chapter 8 in The Corn Economy of Indonesia (Issue 117). Cornell University Press.
Warsito, E., Chalil, D. & Lindawati. (2025). Analisis Integrasi Spasial Pasar Cabai Merah. 18(1), 189–198.
Wikrawardana, S., Agustina, F. & Evahelda. (2025). Analisis Transmisi Harga Cabai Merah Keriting ( C apsicum annuum L .) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Analysis of Red Curly Chili ( Capsicum annum L ) Price Transmission in Bangka Belitung Islands Province Sucy Wikrawardana *, Fournita Agustina , Ev. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11, 2140–2152. https://doi.org/https://doi.org/10.25157/ma.v11i2.18080
Yuditya, A., Hardjanto, A. & Sehabudin, U. (2023). Fluktuasi Harga dan Integrasi Pasar Cabai Merah Besar (Studi Kasus: Pasar Induk kramat Jati dan Pasar Eceran di DKI Jakarta). Indonesian Journal of Agriculture Resource and Environmental Economics, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.29244/ijaree.v2i1.50669
Zaeniyah, F. (2022). Integrasi Vertikal Pasar bawang Merah di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 6, 1583–1596.
Zakkiya, N., Hefa, Rizkiyah, N. & Barokah, U. (2026). Risiko Harga Cabai Pada Tingkat Petani di Kabupaten Kediri. Jambura Economic Education Journal, 8(1), 181–192.

