ADOPTION OF FARMERS' INNOVATION IN THE DEVELOPMENT OF ONION BUSINESS IN KAYU LOE VILLAGE, BANTAENG DISTRICT, BANTAENG REGENCY

Authors

  • Arisa Risa Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

Adoption of Innovation, counseling, behavior

Abstract

The purpose of this study was to find out how the level of adoption of farmer innovation in the development of onion farming is and how the behavior changes of farmers on the application of innovation in onion cultivation in Kayu Loe Village, Bantaeng District, Bantaeng Regency. This research was conducted in Kayu Loe Village, Bantaeng District, Bantaeng Regency using a simple random sampling technique with 42 respondents. The data analysis technique used is quantitative and qualitative descriptive analysis using a rating scale. The results showed that the adoption stage of agricultural extension on shallot cultivation in Kayu Loe Village from the interest stage was 2.13%, tried 2.28 and received 2.18 was included in the medium category because farmers did not adopt new things conveyed by the extension workers, where the three results are less encouraging or motivating to increase the production of shallots in the village. While the awareness stage is 2.44 and the assessment stage is 2.41, it is included in the high category because farmers have adopted the things that have been conveyed by the agricultural instructor. Where when delivering information about the development of shallot farming, extension workers apply shallot agricultural production to the community so that farmers are motivated in the use of new shallot planting ideas. Changes in knowledge of farmers are classified as moderate category because farmers do not know what innovation adoption of onion planting is and farmers also rarely participate in counseling about onion planting innovations.

References

Agussabti. (2020). Penyuluhan Pertanian Berbasis Syariah. Syiah Kuala University Press.

Agustina, S, 2011. Ilmu Usahatani. Edisi I. Malang : Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Akhmad, M dan Tatang M. Ibrahim, 2005. Starategi Percepatan Adopsi dan Difusi Inovasi Pertanian Mendukung Prima Tani. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 3 No. 1, Maret 2005 :20-37. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat.

Amin, Dewi dan Abdi. Sikap dan Perilaku Petani Terhadap penerapan Inovasi Teknologi Tanaman Padi dan Ternak Sapi Pada Pertanian Bioindustri di Sulawesi Tengah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah.

Amruddin. 2022. Metodologi Penelitian Kualitatif. CV. Pradina Pustaka grup.

Anonim, 2009 Produksi Bawang Merah. Http://www.tribun-timur.com diakses pada 30 Maret 2022

Anonim, 2022. Konsep Perilaku. http://perpustakaan .poltekkes-malang.ac.id. diakses pada 12 April 2022.

Darwis, Khaeriyah. (2017). Ilmu Usahatani: Teori dan Penerapan. CV. Inti Mediatama.

Deptan. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis bawang Merah. Departemen Pertanian. Bogor . htpp://www.litbang.deptan.go.id (19 april 2022)

Halil, W, 2017. Peranan Komunikasi Dalam Proses Adopsi Inovasi Penyuluh Pertanian. Jurnal Buletin Informasi Teknologi Pertanian No. 4 Tahun 2017.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sulawesi Selatan.

Hanafi, A. 2002. Masyarakat ide-ide Baru. Usaha N asional. Surabaya.

Ibrahim, J.T., Arman Sudiyono, dan Harpowo. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Ba nyumedia Publishing. Malang

Jauhari Effendy dan Yanter Hutapea. 2010. Analisis Adopsi Inovasi Teknologi Pertanian Berbasis Padi di sumatera Selatan Dalam Perspektif Komunikasi. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 13 No. 2 Juli 2010 : 119-130. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan.

Kasman. Peran Pengetahuan, Locus Of Control dan Sikap Terhadap Perilaku Petani Bawang Merah Dalam Pengendalian Hama di Kabupaten Sigi. Jurnal Agrotech 8 (1) 1-7. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat Palu.

Manongkong, A, Caroline B. D. Pakasi dan Lyndon Pengemanan. Hubungan Karakteristik Petani san Tingkat Adopsi Teknologi Pada Usahatani Bawang Merah di Desa Tonsewer Kecamatan Tompaso. Jurnal Agri-Sosial Ekonomi Unsrat, ISSN 1907-4298, Volume 13 Nomor 2A, Juni 2017 : 35-46.

Mardikanto dan Sutarni, S. 1993. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktek. Hapsara. Surakarta

Mardikanto, T 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Pres. Surakarta

Nasution, Z, 2004. Komunikasi Pembangunan Pengenalan T Peningkatan hasil yang diperoleh dari penerapan penanaman bawang merah eori dan Penerapannya. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Nova, Zulfa Zakiah dan Mukarlina, 2020. Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa var. Bauji) Pada Tanah Gambut Dengan Penambahan Tricho-Kompos Kotoran Bebek. Jurnal Protobiont vol. 9 (2) : 109 – 116 Tahun 2020. Universita Tanjungpura Pontianak, Kalimantn Barat.

Rahayu, E, dan Berlian, N, V, 1999. Pedoman Bertanamn Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rahma Pratiwi, Siswanto Imam Santoso, dan Wiludjeng Roessali. Tingkat Adopsi Teknologi True Shallot Seed di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Jurnal of Agribussiness and Rural Development Research Vol. 4 No. 1 Januari – Mei 2018. Universitas Diponegoro, Semarang

Rasyid dan Gunawan Syahratan, 2018. Analisis Pendapatan Usahatani Semangka di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis UNISI Vol.7 No. 2 Tahun 2018. Fakultas Pertanian UNISI.

Riyanti, I, 2012. Pengertian Usahatani Menurut Beberapa Ahli Serta Sejarah Perkembangan Usahatani di Indonesia. Jurnal Lab of Agribussines and Managemen. Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya.

Rogers, E. M. 1999. Diffusions of Innovations, Third Edition. Free Press. New York

Samsudin, U. S. 1993. Dasar-Dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Binacipta. Bandung.

Septi Wulandari dan Afrizal Malik. Pengaruh Modal Sosial Terhadap Adopsi Inovasi Budidaya Bawang Merah Lahan Pasir Bantul.16(2), 324-335

Shinta,Agustina. (2011). Ilmu Usahatani. Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Suharsimi, Arikunto. 2002. Prosedure Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cetakan Kesebelas. Edisis Revisi V Penerbit PT. Rhineka Cipta Jakarta.

Van den Ban, A. W dan H. S Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius. Yogyakarta

Vsdan Saran , 2022. http://repository.ubb.ac.id/BAB_I

Wayan, R Aryanta, 2019. Bawang Merah Manfaatnya Bagi Kesehatan. E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. 1, No. 1 Tahun 2019. Fakultas Kesehatan.

Yenni, P. Tingkat Adopsi Petani Terhadap Teknologi Inseminasi Buatan Pada Sapi Di Kecamatan Paguyaman. Jurnal Penelitian Saintek Vol 5, No 1 Tahun 2010. Universitas Negeri Gorontalo.

Yohanes G. Bulu. Sikap dan Perilaku Petani Terhadap Adopsi Teknologi Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Risa, A. (2022). ADOPTION OF FARMERS’ INNOVATION IN THE DEVELOPMENT OF ONION BUSINESS IN KAYU LOE VILLAGE, BANTAENG DISTRICT, BANTAENG REGENCY. Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis, 11(1), 34-42. Retrieved from https://iocscience.org/ejournal/index.php/Agripreneur/article/view/2568