Main Article Content

Enisah Enisah
Yuyun Sarinengsih
Imam Abidin
Inne Wardhani
Tita Rostiana

Abstract

World Health Organization (WHO) states that around 60-90% of school-aged children have teeth caries. From the data of Basic Health Research 2013, it is stated that teeth caries patients are 53.2%. In Bandung City, the caries rate is 53.9%, while in Puskesmas (Public Health Center) Cijagra Lama, the teeth caries incident rate on children that mostly occurs in SDN (Public Elementary School) 115 turangga is 89%. The objective of this research is to find out the effect of health promotion with modified halma simulation on the influence of health promotion with halma simulation on knowledge level of teeth caries prevention in 1st grade students of SDN 115 Turangga Bandung City. The type of this research is pretest-posttest one group design on a population of 46 children. The data collection technique is conducted with halma simulation and questionnaire. The data analysis used is univariate and bivariate with Wilcoxon Matched Pairs Test. The result of this research analysis shows that there is an effect of modified halma simulation health promotion on the level of knowledge in teeth caries prevention on those 1st graders, with p-value rate (2-tailed) is <0.05, and the significance level (.Sig) is 0.013. Based on the research result, it is necessary to conduct a further research on the behavior in preventing teeth caries on the higher grades.

Article Details

How to Cite
Enisah, E., Sarinengsih, Y., Abidin, I., Wardhani, I., & Rostiana, T. (2019). Effect of Health Promotion with Halma Simulation on Knowledge Level of Caries Prevention of 1st Grade Students of SDN 115 Turangga Bandung City: Effect of Health Promotion with Halma Simulation on Knowledge Level of Caries Prevention of 1st Grade Students of SDN 115 Turangga Bandung City. Journal of Midwifery and Nursing, 1(2), 1-6. Retrieved from http://iocscience.org/ejournal/index.php/JMN/article/view/33
References
[1] R. Puspitaningtiyas, M.A. Leman, &Juliatri. (2017). Perbandingan efektivitas dental health education metode ceramah dan metode permainan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut anak. Jurnal e-Gigi (eG), 5(1), 68-73.
[2] D. Sumantri, L.Yuniar, & A. Mustika. (2013). Pengaruh perubahan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada pelajar usia 7-8 tahun di 2 SD Kecamatan Mandiangin Kota Selayan Kota Bukit Tinggi melalui permainan edukasi kedokteran gigi. Andalas Dental Jurnal, 1(1), 39-48.
[3] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
[4] Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2015). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2015. Bandung: Kementrian Kesehatan RI.
[5] Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2016). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016. Bandung: Kementrian Kesehatan RI.
[6] Pusat Kesehatan Masyarakat Cijagra Lama. (2017). Laporan Hasil Penjaringan Siswa. Bandung: Dinas Kesehatan Kota Bandung.
[7] R. Tarigan. (2014). Karies Gigi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
[8] G.C.S. Rahtyanti, H. Hadnyanawati, & E. Wulandari. (2018). Hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Tahun Akademik 2017/2017. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 6(1), 167-172.
[9] E.K. Sari, E.Ulfiana, & P. Dian. (2012). Pengaruh pendidikan kesehatan gosok gigi dengan metode permainan simulasi ular tangga terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan aplikasi tindakan gosok gigi anak usia sekolah di Wilayah Paron Ngawi. Artikel Penelitian Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, 1-11.
[10] N.N. Rosdewi. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan siswa tentang karies gigi dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigisis wakelas 3 dankelas 4 SDN Caturtunggal 4 Depok Sleman Yogyakarta tahun 2013. Jurnal Merdeka Respati, 10(2), 59-67.
[11] G. Pandelaki,& Mayan. (2013). Hubungan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut padasiswa SMA Negeri 9 Manado. Jurnal e-Gigi (eG), 1(2), 84-88.
[12] Widiyanto. (2014). Keperawatan Komunitas Dengan Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Sorowajan.
[13] M. Rusli,& T. Gondhoyoewono. (2012). Pengaruh Metode Bermain Terhadap Penyuluhan Kesehatan Gigi danMulut. Retrieved from: http://www.pdgi-online.com/v2/index.php?option=com_content&task=view&id=731&Itemid=1&limit=1&limitstart=2.
[14] D.S. Prasetyono. (2015). Buku Tutorial Game-Game Kecerdasan. Yogyakarta: Diva Press.
[15] Sugiyono. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[16] Dorland. (2010).Kamus Kedokteran Dorland (Edisi 31). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
[17] S. Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. EdisiRevisi. Jakarta: PT RinekaCipta.
[18] M. Tulangow, & Mintjelungan. (2013). Gambaran status kariesgigi murid Sekolah Dasar Negeri 48 Manado berdasarkan status social ekonomi orangtua. Jurnal e-Gigi (eG), 1(2), 85-93.
[19] A. Ramadhan, Cholil, & B.I. Sukmana. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Angka Karies Gigi di SMPN 1 Marabahan. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi, 1(2), 173-176.
[20] J.C. Lintang, H.Palendang, & M.A. Leman. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan tingkat keparahan karies gigi siswa SDN Tumaluntung Minahasa Utara. Jurnal e-GiGi (eG), 3(2), 567-572.
[21] N. Norfai,&E. Rahman. (2017). Hubungan pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDI Darul Mu’minin Kota Banjarmasin Tahun 2017.Dinamika Kesehatan, 8(1), 212-218.
[22] N. Rohmah. (2016). Bermain dan pemanfaatannya dalam perkembangan anak usia dini. Jurnal Tarbawi, 13(2), 27-35.
[23] D. Mutiah. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
[24] A. Ismail. (2009). Alat Peraga Edukatif Level 1. Yogyakarta: Edwise Edutaiment.
[25] D.L. Wong, M.H. Eaton, D. Wilson, M.L. Winkelstein, & P. Schwartz. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatric. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.